Taman ini
telah mengenal wajahmu
kuntum dan helai daun
yang engkau kisahkan
menunggumu untuk dikisahkan lagi
bangku dan telaga buatan
meredup dalam senja
dan itu terjinjing
sebagai bekal penghias
jalan menuju taman
bukanlah jalan balik
untuk pulang ke rumah
ucapmu, senyumku
_______________________
Puisi Lainnya :
Puisi Sahabat, Puisi Cinta, Puisi Renungan, Puisi Ceria, Puisi Kenangan, Puisi Alam, Puisi Cinta Tanah Air, Puisi Religi, Kisah Inspirasi, Cerita Hikmah, Tutorial Puisi, Kata Mutiara, Galeri Foto, info menulis
Tampilkan postingan dengan label puisi kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi kenangan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 November 2011
Minggu, 03 Juli 2011
Hamparan Kata II
Kuawali hamparan kata
dari sebuah impian bocah
begitu jauh berlalu hari itu
begitu lugu begitu menggebu
lalu kususun hamparan kata
berbekal sebuah impian
kuingin ini hendak terwujud
impian yang terlihat dan dilihat
yang tersimpan dan dibuka kelak
hamparan kata
hamparan impianku
telah terwujud telah usai
telah terhenti
semua dimulai,
dari impian imajinasi
tanpa impian imajinasi, berakhir semua
kudapati lagi satu impian
di hamparan kata II :) :)
Label:
puisi kenangan
Diposting oleh
hamparan
Selasa, 31 Mei 2011
Tak Dituturkan
Dinding berdinding, tak berpintu
di ujung, jalanan membuntu
aku menghitung rencana
dan kureka-reka sekenario tanpa sutradara
panjang yang harus diurai
kecermatan ditunda hanya karena lelap
dan aku berada dalam seribu kemungkinan
di tepian yang kelak menjadi pusat
adalah keajaiban,,,
tiba dengan pintu-pintu tanpa dinding
dan terjalin setiap ujung-ujung jalanan
hilang semua untuk menampilkan semua yang lain
kerumitan entah milik siapa lagi,,,
aku tersungkur syukur,,,
karena padaku,,,
ini bukan kisah yang dituturkan
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi kenangan
Diposting oleh
hamparan
Kamis, 07 April 2011
Di Dulu Yang Keempat
Kulekas ambil kamera
abadikan setiap sudut kota
perubahan sungguh terlalu cepat
berganti bersilihan
di apartemen yg sekarang
dulu pertama sebelum ini adalah toko
dulu kedua adalah warung kecil
dulu ketiga adalah rumah tinggal
dulu keempat adalah lahan hijau
kau pijaki rerumputan di sana
menungguku, putih di antara yang hijau
dan perjalanan menjadi terasa singkat
begitu lambat kita dalam memahami...
keajaiban detak-detak jantung
di dulu yang keempat.....
_______________________
Puisi Lainnya :
abadikan setiap sudut kota
perubahan sungguh terlalu cepat
berganti bersilihan
di apartemen yg sekarang
dulu pertama sebelum ini adalah toko
dulu kedua adalah warung kecil
dulu ketiga adalah rumah tinggal
dulu keempat adalah lahan hijau
kau pijaki rerumputan di sana
menungguku, putih di antara yang hijau
dan perjalanan menjadi terasa singkat
begitu lambat kita dalam memahami...
keajaiban detak-detak jantung
di dulu yang keempat.....
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi kenangan
Diposting oleh
hamparan
Minggu, 27 Maret 2011
Akan Aku Alunkan Lantunan itu
Buatlah aku ingat selalu
betapa baiknya kalian
meneduhi kegelisahanku
meluruskan langkah hatiku
setulus tak berumpama
buatlah untukku satu lantunan
yang mengingatkanku akan kalian
di mana senyum itu menyapa
dan harapan ini ditumbuhkan
jika ruang merenggutku
dan waktu memberi jarak...
akan aku alunkan lantunan itu
_______________________
Puisi Lainnya :
betapa baiknya kalian
meneduhi kegelisahanku
meluruskan langkah hatiku
setulus tak berumpama
buatlah untukku satu lantunan
yang mengingatkanku akan kalian
di mana senyum itu menyapa
dan harapan ini ditumbuhkan
jika ruang merenggutku
dan waktu memberi jarak...
akan aku alunkan lantunan itu
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi kenangan
Diposting oleh
hamparan
Kamis, 03 Maret 2011
Rumput-Rumput Kristal
Di malam pengganti senja,
kota ini kembali menuturkan kisah kita
ketika hujan turun waktu itu....
seketika air-air menombak jalanan,
atap toko ini meneduhi rambutmu
dan air bermanik-manik di kening
berlama kau pandangi jalanan
perhatikan air yang jatuh menimpa
berpantulan dengan jalanan dan cahaya
lalu hilang lalu berpantulan lagi
tentang itu aku dengar kau berucap:
"...seperi rumput-rumput kristal"
_______________________
Puisi Lainnya :
kota ini kembali menuturkan kisah kita
ketika hujan turun waktu itu....
seketika air-air menombak jalanan,
atap toko ini meneduhi rambutmu
dan air bermanik-manik di kening
berlama kau pandangi jalanan
perhatikan air yang jatuh menimpa
berpantulan dengan jalanan dan cahaya
lalu hilang lalu berpantulan lagi
tentang itu aku dengar kau berucap:
"...seperi rumput-rumput kristal"
_______________________
puisi kenangan
Puisi Lainnya :
Label:
puisi kenangan
Diposting oleh
hamparan
Selasa, 04 Januari 2011
Bersatu Pipi
Dulu...
aku dan matahari bersatu pipi
bermain percik-percik air
pada lembah yang penuh dengan pujian
kuhamburkan cerita
kuhamburkan juga isi hati
dan aku gegabah
sungguh gegabah...
Dan kini...
tak lagi aku bersatu pipi
dengan matahari
_______________________
Puisi Lainnya :
aku dan matahari bersatu pipi
bermain percik-percik air
pada lembah yang penuh dengan pujian
kuhamburkan cerita
kuhamburkan juga isi hati
dan aku gegabah
sungguh gegabah...
Dan kini...
tak lagi aku bersatu pipi
dengan matahari
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi cinta,
puisi kenangan
Diposting oleh
hamparan
Jumat, 31 Desember 2010
Sebelum Satu Januari (2)
Malam hari sebelum satu Januari
langit mendung tiada bintang
dipersilahkan sejuta kembang api
hiasi hamparan gulitanya langit
tapi bintang tak tergantikan
sebagai perhiasan yg ditaburkan
seseorang berkata padaku:
ini cara generasimu
menyambut tahun yg baru?
langkah pertama sebagai awal?
malam hari sebelum satu Januari
_______________________
Puisi Lainnya :
langit mendung tiada bintang
dipersilahkan sejuta kembang api
hiasi hamparan gulitanya langit
tapi bintang tak tergantikan
sebagai perhiasan yg ditaburkan
seseorang berkata padaku:
ini cara generasimu
menyambut tahun yg baru?
langkah pertama sebagai awal?
malam hari sebelum satu Januari
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi kenangan,
puisi renungan
Diposting oleh
hamparan
Sebelum Satu Januari (1)
Malam hari sebelum satu januari
dimuntahkan seluruh kegembiraan
di langit gelap sesudah hujan
gelegar guntur yang tadi
berganti gemuruh kembang api
seseorang berkata kepadaku:
jangan terlalu berlebihan
kita sering kehilangan makna
dalam luapan kegembiraan
Malam hari sebelum satu januari
_______________________
Puisi Lainnya :
dimuntahkan seluruh kegembiraan
di langit gelap sesudah hujan
gelegar guntur yang tadi
berganti gemuruh kembang api
seseorang berkata kepadaku:
jangan terlalu berlebihan
kita sering kehilangan makna
dalam luapan kegembiraan
Malam hari sebelum satu januari
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi kenangan,
puisi renungan
Diposting oleh
hamparan
Selasa, 14 Desember 2010
Di Ujung Tepian Selatan
Bukankah telah kita petualangi
sudut-sudut kota ini
jejakmu basah,,,
dan akan selalu kubuat basah
di ujung tepian selatan ada cerita:
tentang tikungan yang berpasir
tentang saat aku menunggumu
di meja berbambu
tentang pantai
yang pada bayangan pohonnya
kita meminjam teduh
Tentang ujung di tepian selatan,,,
_______________________
Puisi Lainnya :
sudut-sudut kota ini
jejakmu basah,,,
dan akan selalu kubuat basah
di ujung tepian selatan ada cerita:
tentang tikungan yang berpasir
tentang saat aku menunggumu
di meja berbambu
tentang pantai
yang pada bayangan pohonnya
kita meminjam teduh
Tentang ujung di tepian selatan,,,
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi kenangan,
puisi perpisahan
Diposting oleh
hamparan
Minggu, 12 Desember 2010
Si Riak Kecil
Ada seseorang dalam masaku
yang karena mengenalnya
aku syukuri aku hidup
tenang seperti danau
dan titik air matanya
sebagai riak kecil
aku berlebihan
karena kekaguman
Ya Tuhan, kasihilah dia
sebab...
tak dapat aku kasihi dia lagi
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi cinta,
puisi kenangan,
puisi perpisahan
Diposting oleh
hamparan
Langganan:
Komentar (Atom)
