Siapakah aku,,,
mendidih karena hinaan
melepuh karena cacian
Dia yang Mulia dan lurus
tidak diragukan lagi itu
tak luput dari ini
siapakah kita,,,
hingga pantas lontarkan
api duri berbentuk bahasa
terpedihkan pendengaran!
tidak ingatkah kita,
berasal dari sesuatu yang selalu
dibersihkan dari pakaian,
dalam hinaan
_______________________
Puisi Lainnya :
Puisi Sahabat, Puisi Cinta, Puisi Renungan, Puisi Ceria, Puisi Kenangan, Puisi Alam, Puisi Cinta Tanah Air, Puisi Religi, Kisah Inspirasi, Cerita Hikmah, Tutorial Puisi, Kata Mutiara, Galeri Foto, info menulis
Tampilkan postingan dengan label puisi perih hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi perih hati. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Januari 2012
Selasa, 17 Januari 2012
Hinaan
Geletar lidah
gelegarkan isi hati,,,,
ketakutan yang diperlu
hilang sirna terbakar
renggut aku matahari
sendiku berlapis nyeri
gerakku hendak tercuri
tepislah seisi yang kalut
kemenangan adalah arang
kekalahan adalah debu bertebaran
hinaan,,,
_______________________
Puisi Lainnya :
gelegarkan isi hati,,,,
ketakutan yang diperlu
hilang sirna terbakar
renggut aku matahari
sendiku berlapis nyeri
gerakku hendak tercuri
tepislah seisi yang kalut
kemenangan adalah arang
kekalahan adalah debu bertebaran
hinaan,,,
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi perih hati,
puisi rasa hati
Diposting oleh
hamparan
Rabu, 19 Januari 2011
Khi***t
Kepercayaan itu dipenggal
penggalannya ditebas
setiap tebasan dipenggal
ratusan kali
hingga kepercayaan itu
tak terlihat mata
tak terdengar telinga
tak lagi teguhkan hati
kutenangkan yang bergejolak
toh matahari masih setia
dalam kehangatan sinar
dan bumi masih menarik
dengan gravitasinya.
_______________________
Puisi Lainnya :
penggalannya ditebas
setiap tebasan dipenggal
ratusan kali
hingga kepercayaan itu
tak terlihat mata
tak terdengar telinga
tak lagi teguhkan hati
kutenangkan yang bergejolak
toh matahari masih setia
dalam kehangatan sinar
dan bumi masih menarik
dengan gravitasinya.
_______________________
Puisi Lainnya :
Label:
puisi perih hati
Diposting oleh
hamparan
Langganan:
Komentar (Atom)